I miss when I was a child when my dad hug and kiss me. I miss the moment you know..

Sore ini, detik ini pun semua orang pergi seketika dari atap yang penuh kebimbangan, kehancuran, kesusahan serta tak ada satupun yang merasa bahagia hidup di keluarga ini.. Semua yang ada di depanku maupun ku jalani seperti biasa mengurangi rasa semangat hidupku. Canda tawa serta keceriaan lenyap di lalap emosi, kebencian serta amarah yang tiada henti. Aku tak mengerti, mengapa mereka tidak menghargai semua yang sudah di bangun sejak dahulu? Menyesal kah? Atau memang tak ada artinya? Waulahualam.. Aku bahkan lupa terakhir kapan terakhir kali aku dan keluargaku kumpul bersama.. Bahkan aku pun lupa kapan terakhir keluargaku harmonis, yang ku tau sebuah keluarga ataupun sebuah atap yang di tempati ayah, ibu, dan 2 anak kakak beradik hanya pelengkap hidup mungkin, aku tau. aku paham. Kalau semua ini memang takdir bukan niat dari mereka sekalian tapi hanya bisa berdiam kah? Meratapi semua yang telah terjadi? Tak ada yang bisa bertindak? Masihkah ini jaman penjajahan yang selalu di jajah atau di hina terhadap hawa nafsu yang mementingkan individunya masing-masing? Oh Tuhan, begitu sempit hati orang-orang di sekitarku membiarkan semua ini hancur berkeping-keping.. Lalu siapakah yang pantas dislahkan atas apa yang kita alami saat ini? Keadaan? Takdir? Tuhan? AyahIbu? TIDAKK!! Ini realita hidup hanya mampu ikhlas dan sabar ketika semua mampu dilakukan akankah terjadi seperti ini? Seperti sekarang ini? Aku bisa jadi sangat pendiam dan sangat bisa saat masalah-masalah datang silih berganti membuatku down dan terpuruk, tapi buat apa ku lakukan itu hanya membuang waktu serta energi yang tiada guna.. Barulah sekarang disaat aku telah dewasa, aku merasakan benar-benar sakit dan kecewanya kalau ternyata keluargaku berbeda dengan keluarga yang lain, mungkin aku mengkhayal ketika kita (ayah,ibu,kakak) berkumpul di ruangan ini dan mengumbar canda tawa seakan bahagia tak terduga bagiku namun aku salah, takkan pernah kejadian itu terulang :’) Mereka memang selalu mengedepankan uang tapi apa dengan uang hidup bisa bahagia? Hhhmmm ku rasa tidak, selagi di sini ada seciul kasih sayang mungkinnnn semuanya tetap harmonis ({})

Satu pesan untukmu ayah,ibu “aku tak minta semua yang ku perlukan, semua yang ku butuhkan, semua yang ada di hidupku dan boleh aku meminta satu hal saja.. Harmonislah ayah,ibu :’) terkesan aku disini sangat pahit dan pilu mendengar setiap hari konflik serta amarah yang memuncak ada di hadapanku.. Aku tak mungkin menyatukan kalian hanya kalianlah yang mampu :’) Apa mungkin jalan terbaik kalian “cerai”? Lalu siapa yang harus ku pilih? Aku mencintaimu ayah,ibu :’) kita satu takkan mungkin pisah dan hanya terpisah dengan kematian.. Yang bisa aku lakukan hanya mendoakan kalian agar semua ini akan baik-baik saja.. Dan aku akan tetap merahasiakan penyakit yang dideritaku selama ini, Lafyu<3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s